Sunday, February 23, 2020

Guna Mencegah Resiko Infeksi, Inilah Perawatan Luka Diabetes yang Benar


Dengan meningkatnya penderita diabetes di Indonesia merupakan salah satu kurangnya penkes atau penyuluhan kesehatan mengenai diabetes dan perawatan pada penderita diabetes. Dengan kurangnya pengetahuan tersebut sering kali membuat para penderita diabetes takut akan terulangnya kembali resiko komplikasi penyakit lain seperti jantung, gagal ginjal, gangguan saraf yang sering terjadi yaitu gangrene. Kondisi yang biasa terjadi pada penderita diabetes adalah adanya luka gangrene atau kematian pada jaringan yang sebagian diantaranya harus diamputasi pada bagian yang sudah terinfeksi. Kondisi tersebut pun terjadi diakibatkan oleh perawatan luka yang salah. Padahal saat ini sudah ada perawat yang bisa dipanggil ke rumah sehingga perawatan luka diabetes dapat dilakukan dengan benar.

Padahal sebenarnya jika perawatan yang dilakukan sudah benar dan tetap dilakukan, maka kesembuhan juga bukan hal yang mustahil untuk didapatkan. Apalagi jika seandainya kondisi luka tersebut tidak begitu parah, melainkan masih ringan dan berpotensi untuk mendapatkan penanganan secepatnya, berikut ini diantaranya langkah perawatan luka diabetes yang bisa Anda coba, untuk bisa sembuh secara optimal, diantaranya adalah:

  1. Bersihkan luka tersebut secara rutin, pembersihan ini hendaknya dilakukan dengan air yang bersih, ditambah juga segera diobati menggunakan salep antibiotik yang bisa membantu di dalam mempercepat penyembuhan dan cegah terjadinya resiko infeksi. Pastikan juga setelah dibersihkan dan juga diberikan obat, maka Anda juga segera mengganti bagian pembalut luka tersebut dengan yang baru, untuk menghindari paparan dari udara luar atau bahkan juga resiko infeksi.
  2. Menghindari kontak fisik pada luka tersebut, hendaknya jangan terlalu sering melakukan kontak fisik dengan luka tersebut, selain karena memang tekanan yang terjadi ini hanya akan menyebabkan rasa sakit, sebenarnya juga bisa memperburuk kondisi luka tersebut, bahkan juga sangat mungkin memicu terjadinya infeksi yang lain. Untuk itu harus selalu dibiarkan tertutup untuk menghindari kontak dengan lukanya.
  3. Periksakan luka tersebut secara berkala ke dokter, guna mengecek kondisinya maupun kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, sebenarnya sangatlah penting bagi Anda di dalam memeriksakan luka diabetes tersebut ke rumah sakit atau ke dokter ahlinya. Ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan luka apakah memburuk atau semakin membaik.
  4. Potong kuku dengan hati-hati, jika seandainya Anda menderita penyakit diabetes melitus ini sangat disarankan untuk lebih berhati-hati di dalam beraktivitas, khususnya adalah pada saat memotong kuku, karena sangat mungkin jika tidak dilakukan secara hati-hati maka akan menimbulkan luka dan semakin sulit untuk sembuh. Jika seandainya kesulitan dilakukan sendiri, maka mintalah bantuan dari orang lain untuk melakukannya. Memotong kuku ini sebenarnya juga dapat menghindari kemungkinan saat bersentuhan dengan luka bisa memicu masalah baru.
  5. Gunakan alas kaki yang nyaman, agar bisa terhindar dari masalah luka yang semakin parah, khususnya pada bagian kaki yang paling rentan terjadi pada penderita diabetes melitus ini, sangat dianjurkan bagi Anda untuk memakai alas kaki yang nyaman dalam beraktivitas.
  6. Mengurangi tekanan yang terjadi pada luka tersebut, diantaranya adalah dengan tidak memakai pakaian yang ketat. Jika seperti ini maka kondisi luka tersebut tentunya akan bertambah parah dan memperbesar area jaringan yang rusak karena penyakit diabetes melitus ini.

Coba terapkan sendiri, tentunya tetap harus diimbangi dengan menjaga kadar gula darah Anda agar tetap stabil. Karena percuma luka tidak akan pernah sembuh jika seandainya gula darah Anda tetap dalam kondisi yang tinggi, bahkan mungkin akan semakin memperparah luka tersebut. Lakukan hal ini diimbangi dengan perawatan luka diabetes.

0 comments:

Post a Comment