Monday, January 21, 2019

Bahaya yang Mengancam dari Kebiasaan Mewarnai Rambut


Desi merupakan seseorang yang kerap kali mengganti warna rambutnya untuk mengubah mood atau sekadar ganti penampilan saja. Pada awal Januari ini dia mengubah rambutnya yang sebelumnya berwarna hijau menjadi ungu untuk menciptakan suasana baru di tahun yang baru. Sebelumnya dia juga sudah beberapa kali berganti warna rambut untuk mencari suasana baru.

Kebiasaan berganti warna rambut seperti yang dilakukan Desi merupakan sesuatu yang lazim dilakukan oleh beberapa orang. Baik karena bosan atau untuk berganti suasana, berganti-ganti ini kerap dilakukan oleh beberapa orang.

Kebiasaan mengganti warna rambut yang dilakukan oleh banyak orang ini ternyata memiliki dampak yang berbahaya tak hanya bagi kesehatan rambut namun juga bagi bagian tubuh lain. Dilansir dari magforwomen, berikut efek buruk pewarna rambut pada kesehatan seseorang.

1. Reaksi alergi

Reaksi alergi disebabkan oleh beberapa pewarna jika kulit kamu tidak mampu menerima bahan yang ada pada pewarna. Pastikan kamu selalu melakukan tes awal sebelum menerapkan pewarna.

2. Efek pada mata dan kulit kepala

Beberapa produk kimia pewarnaan rambut dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan di mata. Selain itu, mereka juga dapat menyebabkan gatal-gatal, luka, dan sensasi terbakar pada kulit kepala kamu.

3. Gangguan hormonal

Beberapa pewarna rambut memiliki alkylphenol etoksilat (APE), yang ditemukan di spermisida dan pestisida. Kandungan tersebut dapat menyebabkan gangguan hormonal dalam tubuh kamu.

4. Penyakit Limfoma Non-Hodgkin

Sebuah studi dari Universitas Yale menemukan seseorang yang gemar memakai produk pewarnaan rambut berisiko besar mengembangkan mengembangkan limfoma non-hodgkin. Ini adalah kanker yang menyerang sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kamu.

5. Penyakit Hodgkins dan multiple myeloma

Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa terlalu sering memakai produk pewarnaan rambut kimia kemungkinan menjadi salah satu penyebab penyakit Hodgkin. Penyakit ini merupakan jenis lain dari kanker getah bening dan multiple myeloma.

6. Kanker

Zat kimia yang terdapat pada cat rambut pada umumnya mengandung bahan penyebab kanker (karsinogenik). Terdapat beberapa bukti lain yang menunjukkan bahwa penggunaan pewarna rambut memiliki hubungan dengan kanker payudara dan kandung kemih.

7. Kelainan pada janin

Zat kimia yang dioles di kulit, termasuk kulit kepala akan diserap dan masuk ke aliran darah. Masuknya zat kimian ini dapat menimbulkan bahaya dan menyebabkan kelainan pada janin.

Tujuh hal tersebut merupakan dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan mengganti warna rambut secara berulang. Pastikan kamu memikirkan kembali sebelum berganti-ganti warna rambut secara terus-menerus.

0 comments:

Post a Comment