Monday, December 24, 2018

Jepang Bakal Hentikan Pembelian Peralatan Teknologi Huawei dan ZTE


Jepang dilaporkan Business Insider Singapura, akan menghentikan pembelian peralatan teknologi dari Huawei dan ZTE. Pihak Jepang beralasan bahwa penghentian ini adalah bentuk meningkatkan pertahanan terhadap kebocoran intelijen dan serang siber.

Business Insider Singapura mendapatkan laporan tersebut dari The Yomiuri. Sebuah koran Jepang. Pemerintah negara itu juga akan merevisi peraturan internalnya terkait dengan pengadaan barang, setidaknya pada Senin depan.

Pemerintah tidak secara spesifik menyebut Huawei dan ZTE dalam revisi peraturan pengadaan barang itu.

Namun, pemerintah Jepang akan menempatkan langkah yang ditujukan untuk memperkuat keamanan yang berlaku dari perusahaan. Demikian menurut informasi orang terdekat dengan isu ini.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Yoshihide Suga, menolak memberikan komentar terkait masalah ini. Namun, dia menyebut, Jepang mengadakan komunikasi dengan AS terkait banyak hal, termasuk keamanan siber.

"Keamanan siber menjadi isu penting di Jepang. Kami akan mengambil langkah tegas untuk melihatnya dari berbagai perspektif," katanya.

Langkah ini mengikuti keputusan yang telah dibuat Amerika Serikat tahun ini untuk melarang pembelian perangkat Huawei.

Agensi Intelijen AS CIA menduga, Huawei terkait dengan pemerintah Tiongkok. Diduga, pada peralatan milik Huawei ada backdoor yang bisa dipakai sebagai alat mata-mata. Meski begitu, saat ini belum ada bukti yang jelas terkait hal ini.

Pihak Huawei sendiri dengan tegas menolak tudingan CIA tersebut. Sebelumnya, Australia dan Selandia Baru telah melarang Huawei membangun jaringan 5G.

Selain itu, perusahaan telekomunikasi Inggris, BT Group, tak lagi menggunakan alat-alat milik Huawei untuk jaringan seluler 3G dan 4G existing mereka. Ke depannya, BT Group juga tak akan lagi menggunakan peralatan Huawei untuk jaringan 5G mereka. 

0 comments:

Post a Comment